Camat Kerambitan

I Putu Adi Supraja, S.STP

Sambutan Camat Kerambitan

Om Swastyastu,
Salam Rahayu,

Sebagai ungkapan rasa syukur kami haturkan seshanti angayubagia atas asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, sehingga website ini dapat kami selesaikan dengan baik. Website ini merupakan salah satu komitmen kami dalam rangka mewujudkan keterbukaan informasi publik melalui sharing informasi yang efektif dan seluas-luasnya kepada masyarakat. Disamping itu, website ini juga diharapkan dapat menjadi media edukasi masyarakat dan sarana evaluasi diri dalam upaya untuk mewujudkan good governance.

Melalui situs ini kami sajikan informasi seputar Kecamatan Kerambitan, kebijakan Pemerintah Kab. Tabanan dan informasi kemasyarakatan, yang akan senantiasa kami update untuk mendapatkan informasi terbaru yang perlu diketahui oleh masyarakat.

Kami sadari bahwa website ini masih jauh dari sempurna, maka kami harapkan saran dan kritik yang membangun demi pengembangan website ini kedepan. Pada kesempatan ini juga kami mengucapkan terimakasih yang tulus kepada seluruh pihak yang telah mendukung terbitnya website ini. Akhir kata, semoga website ini dapat bermanfaat positif bagi kita semua, Astungkara.

Matur suksma,
Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

Kalender

Oktober 2022
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip Postingan

Pengumuman

  • Mohon izin Pemberitahuan Pengalihan Arus Lalu Lintas di kawasan Samsaman Kerambitan dalam rangka pengeceroan talang Air. Dihimbau kepada pengguna jalan di sepanjang jalur Serongga – Kerambitan sekiranya dapat mengambil jalur alternatif selama proses pengecoran talang air dimaksud dari tanggal 20 s/d 23 September pukul 08.00 wita sampai selesai. Mohon maaf atas ketidaknyamanan selama perbaikan ini

  • Hallo semeton Kerambitan!!! Ada yang baru niihh, yaituuu beras Tridatu asal Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan. Dengan 85ribuan ajaa kalian udah bisa dapet sepaket beras [putih 1kg, merah 1kg, hitam 1kg] plus tote bag keren dari BUMDesa Baturiti. Untuk pemesanan lebih lanjut bisa menghubungi nomor ini yaa 081353013607 atau bisa dateng langsung ke BUMDesa Baturiti di

Artikel

  • Eco Enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik. Jadi eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu) dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.   Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif. Mengapa Eco Enzym begitu penting? Dari hari pertama kita membuat Eco Enzyme, prosesnya akan melepaskan gas ozon (03). O3 dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer yang memperangkap panas di awan. Jadi akan mengurangi efek rumah kaca dan global warming. Enzim mengubah amonia menjadi nitrat (NO3), hormon alami dan nutrisi untuk tanaman. Sementara itu mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut. Di bawah ini adalah alasan lain kenapa kita perlu mempertimbangkan untuk membuat eco enzyme: Hemat: Mengubah sampah dapur menjadi pembersih rumah tangga alami DIY. Mengurangi polusi: Gas metana yang dikeluarkan dari sampah yang dibuang dapat memerangkap 21x lebih banyak panas daripada CO2, memperburuk pemanasan global. Air purify: Membersihkan udara dari racun, polusi dan menghilangkan bau Banyak manfaatnya: Pembersih rumah tangga, insektisida, antiseptik, perawatan tubuh, pupuk dll Apa saja manfaat Eco Enzyme? Karena kandungannya, eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga seperti shampoo, pencuci piring, deterjen, dll. Pembersih enzim ini 100% natural dan bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan dan lingkungan. Cairan ini juga penolak serangga alami yang membuat semut, serangga dll menjauh. Saking alaminya, setelah digunakan untuk pel, cairan ini juga bisa dipakai untuk menyiram tanaman. Eco Enzyme juga dapat digunakan untuk merangsang hormon tanaman untuk meningkatkan kualitas buah dan sayuran dan untuk meningkatkan hasil panen. Jadi pada intinya adalah circular economy at it’s best.  Bagaimana cara membuatnya? Fruit waste : Brown sugar : Clean water = 3 : 1 : 10 Contoh : 900g kulit buah : 300g gula : 3000g (ml) atau 300g kulit buah : 100g gula : 1 liter air Caranya sangat mudah: a. Gunakan gula apapun selain gula putih b. Gunakan sisa-sisa dapur seperti kulit apel, jeruk, nanas, pir, semangka, lemon, tapi jangan durian! jangan pakai dagingnya. Biji buah bisa dimasukkan asalah jangan yang besar seperti biji mangga. Tuang semua bahan kedalam botol, bisa juga menggunakan blender untuk mencacah limbah, kemudian campur gula dan air dalam botol. Simpan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu ruangan. Biarkan selama 3 bulan, dan buka setiap hari di 2 minggu pertama, kemudian 2-3 hari sekali, kemudian seminggu sekali. Pada minggu pertama akan ada banyak gas yang dihasilkan. Kadang ada lapisan putih di permukaan larutan. Jika cacing muncul tambahkan gula segenggam, aduk rata kemudian tutup kembali. Setelah 3 bulan, saring eco enzyme menggunakan kain kasa atau saringan. Residu dapat digunakan lagi untuk batch baru produksi dengan menambahkan sampah segar. Residu juga bisa dikeringkan, kemudian diblender dan dikubur di dalam tanah sebagai pupuk. c. Kemudian cairan yang sudah disaring, dituang kedalam botol dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Dibawah ini menunjukkan “resep-resep” dan cara memanfaatkan Eco Enzyme. Catatan penting! Gunakan wadah yang bisa mengembang karena wadah akan terisi gas, maka dari itu perlu dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas. Sampah untuk membuat enzim tidak termasuk kertas, plastik, logam atau bahan kaca. Hindari makanan berminyak, ikan atau sisa daging (bisa digunakan sebagai bahan kompos kebun). Untuk membuat enzim berbau segar, tambahkan kulit jeruk/ lemon atau daun pandan, dll. Warna ideal dari Eco Enzyme adalah coklat gelap. Jika berubah menjadi hitam, tambahkan gula dalam jumlah yang sama untuk memulai proses fermentasi lagi. Eco Enzyme mungkin memiliki lapisan putih, hitam atau coklat di atas enzim, abaikan saja. Jika Anda menemukan lalat dan cacing dalam wadah, biarkan dan reaksi kimia enzim akan melarutkannya secara alami. Manfaatkan sepenuhnya residu Eco Enzyme sebagai: a) Gunakan kembali untuk produksi berikutnya dengan menambahkan sampah segar. b) Gunakan sebagai pupuk dengan mengeringkan residu, campurkan dan dikubur di dalam tanah. c) Giling residu, tuangkan ke dalam mangkuk toilet, tambahkan gula merah dan siram untuk membantu membersihkan kotoran. Eco enzyme tidak akan pernah kadaluwarsa. Jangan simpan di kulkas. Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah mereka untuk menghasilkan enzim ramah lingkungan, itu dapat menghentikan limbah dapur dari polusi tanah kita dan sementara itu mengurangi pemanasan global. Kita dapat membantu mengubah lingkungan dan iklim! Sumber: zerowaste.id_official